Di saat yang sama, Pemerintah melalui Kemenhaj harus menjalin komunikasi yang sangat intensif dengan pihak KBRI di negara-negara transit tersebut, serta seluruh stakeholder terkait lainnya agar perlindungan jemaah kita terjamin,” tegasnya.
Terkait kemungkinan adanya jemaah yang tertahan akibat gangguan penerbangan, ia mendorong Pemerintah menyiapkan skenario darurat apabila situasi belum menunjukkan perbaikan dalam beberapa hari ke depan.
“Jika dalam lima hari ke depan situasi keamanan masih terus memanas, kami mengharapkan sudah ada langkah konkret untuk perlindungan WNI, baik yang sedang melaksanakan umrah di tanah suci maupun yang terdampar di negara-negara transit,” tambahnya.
Memasuki bulan suci Ramadan yang biasanya diikuti lonjakan keberangkatan umrah, Abdul Wachid juga mengimbau masyarakat untuk menunda rencana perjalanan hingga terdapat kepastian situasi keamanan.
Kami mengimbau masyarakat agar menunda dulu perjalanan umrah, baik yang direncanakan di akhir Ramadan, maupun selama bulan Ramadan.
“Kita harus menunggu sampai ada pemberitahuan resmi mengenai jaminan keamanan selanjutnya. Keselamatan nyawa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” kata Wachid.
Herman Yakub.
















