“Mereka melaksanakan kegiatan ilegal tersebut diduga kuat didukung oleh aparat desa setempat, karena pada saat APH melaksanakan koordinasi dengan aparat desa selalu menyampaikan tidak tahu dan bukan urusan mereka,” sambungnya.
Praktik penyelundupan pasir timah ilegal ini kerap kali dibungkus dengan alasan kondusifitas wilayah dan akan berdampak pada kehidupan masyarakat kecil.
“Alasan itu selalu menjadi kunci utama bagi mereka untuk membungkus kegiatan-kegiatan ilegal yang merugikan negara,” ujarnya.
“Sehingga kegiatan ilegal tersebut bisa dilaksanakan dengan lancar, hal ini akan terus terjadi apabila otak pelaku utama kegiatan ini tidak segera di tangkap dan dihukum sesuai perbuatannya,” tandasnya. (red)












