Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan di Aceh Tengah
SEKILASINDONEWS.COM – Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah pegunungan Aceh Tengah memicu gelombang solidaritas dari berbagai penjuru Indonesia. Mapala Se-Indonesia merespons cepat dengan mendirikan Posko Kemanusiaan terpadu sebagai pusat koordinasi nasional relawan mahasiswa pecinta alam untuk membantu warga terdampak.
Posko tersebut mulai beroperasi sejak Minggu (11/1/2026) dan menjadi titik kendali utama berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari pencarian dan penyelamatan, distribusi logistik, layanan kesehatan, pembersihan fasilitas umum, hingga pemulihan trauma warga.
Melalui koordinasi Pusat Koordinasi Nasional (PKN) dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD), Mapala Se-Indonesia menurunkan relawan lintas kampus dari sejumlah provinsi.
Mereka diterjunkan langsung ke wilayah terdampak terparah seperti Kecamatan Linge, Bintang, Kebayakan, dan Ketol, yang sebagian aksesnya masih terputus akibat longsor dan kerusakan infrastruktur.
Koordinator PKN Mapala Se-Indonesia menyebut pendirian posko ini bertujuan memastikan seluruh bantuan dan tenaga relawan dapat bekerja secara terarah dan tepat sasaran.
“Posko ini kami dirikan sebagai pusat komando agar proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan warga bisa berjalan efektif dan terkoordinasi,” ujarnya.
Hingga pertengahan Januari, sekitar 20 ton bantuan logistik telah disalurkan ke berbagai desa terdampak. Bantuan tersebut meliputi bahan pangan, perlengkapan penerangan darurat, alat evakuasi, serta kebutuhan dasar keluarga korban.
Distribusi dilakukan dengan sistem jemput bola. Relawan Mapala harus menembus jalan berlumpur, jalur licin, dan kawasan yang sebelumnya tertutup material longsoran demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga.





















