Selain fokus pada kebutuhan fisik, Mapala Se-Indonesia juga memberi perhatian pada pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak korban bencana. Sejumlah kegiatan trauma healing digelar di lokasi pengungsian dan fasilitas umum.
Pada malam hari, relawan menggelar layar tancap sederhana di halaman sekolah dan ruang terbuka desa. Anak-anak duduk beralaskan terpal, menyaksikan film kartun yang diproyeksikan ke layar putih. Tawa dan sorot mata mereka menjadi pemandangan yang kontras dengan sisa lumpur dan bangunan rusak di sekitar.
Di siang hari, relawan membersihkan masjid, jalan desa, dan sekolah yang tertimbun lumpur. Mereka juga membantu membuka jalur evakuasi serta menetapkan titik kumpul warga sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana susulan.
Di sektor kesehatan, Mapala melakukan pemeriksaan medis dan pembagian obat-obatan. Keluhan yang banyak ditemui di lapangan antara lain infeksi kulit, gangguan pernapasan, serta kelelahan akibat lingkungan lembap dan keterbatasan sanitasi.
Tak hanya bergerak secara responsif, Mapala Se-Indonesia juga melakukan pendataan dan pencatatan kondisi lapangan. Temuan terkait akses layanan dasar yang terbatas, sulitnya medan antarwilayah, serta minimnya edukasi kebencanaan dihimpun sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi ke depan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana berikutnya. Edukasi jalur evakuasi dan titik kumpul sangat penting,” kata Koordinator PKN.
Aksi kemanusiaan di Aceh Tengah ini memperlihatkan peran Mapala Se-Indonesia sebagai kekuatan sipil terlatih yang hadir di ruang-ruang krisis. Tanpa seremoni dan tanpa sorotan berlebihan, relawan mahasiswa pecinta alam bekerja dekat dengan warga, menyesuaikan diri dengan medan, dan bergerak cepat sesuai kebutuhan lapangan.
Di tengah duka dan lumpur sisa bencana, kehadiran Mapala Se-Indonesia menjadi pengingat bahwa solidaritas masih hidup. Bagi warga Aceh Tengah, mereka bukan sekadar relawan, melainkan wajah harapan yang datang ketika alam runtuh dan rasa aman terguncang. (*)
















