Sekilasindonews.com JAKARTA – Tradisi mudik Lebaran kembali menjadi momen penuh makna bagi para perantau yang rindu berkumpul dengan keluarga. Meski dihadapkan pada lonjakan penumpang dan padatnya arus perjalanan, para pemudik mengaku tetap merasa nyaman karena tidak menemui kendala berarti.
Mereka juga mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi umum dengan baik.
Salah satunya diungkapkan Resky Andi (30). Setiap kali pulang ke kampung halaman, ia melalui perjalanan mudik yang sangat panjang. Pasalnya, pekerja swasta yang merantau di Jakarta sejak 2023 itu harus menempuh perjalanan dengan tiga moda transportasi sekaligus demi bisa sampai ke rumah orang tuanya di Bondowoso, Jawa Timur.
Resky memulai perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan pesawat, dilanjutkan kereta api ke Jember, lalu bus menuju Bondowoso. Total biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, sekitar Rp1,65 juta untuk sekali perjalanan.
Meski demikian, ia menilai layanan transportasi umum tetap berjalan lancar dan memuaskan, sehingga tidak menemui kendala berarti selama perjalanan.
“Dari sisi pelayanan oke. Jadwal keberangkatan on time, fasilitas juga nyaman, termasuk toilet yang bersih. Baik pesawat maupun kereta kemarin penuh pemudik, tapi tidak ada penurunan pelayanan,” ujar Resky ketika ditemui di Stasiun Jember, Jawa Timur, Kamis (26/3).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pulang kampung sudah merupakan kewajibannya sebagai perantau.
Sebagai anak kedua sekaligus anak terakhir, Resky merasa memiliki tanggung jawab emosional untuk tetap pulang, terlebih orang tuanya kini semakin menua dan sang ayah akan segera memasuki masa pensiun tahun depan. Meski hanya bisa pulang dalam waktu singkat, yakni dari H-3 hingga H+3 Lebaran, momen tersebut tetap sangat berharga baginya.
“Yah, kalau Lebaran memang mahal. Tapi demi bertemu orang tua di kampung, saya ikhlas. Toh saya hanya bisa pulang sekali setahun karena kerjaan banyak banget di Jakarta,” ujar Resky.





















