Cerita serupa datang dari Dewi (35), pekerja swasta di Jakarta Pusat yang telah merantau sejak 2012. Ia mengatakan perjalanan mudik kali ini terasa lancar meski mobilitas masyarakat terpantau tinggi.
Pada mudik kali ini, Dewi memilih pulang ke Banyuwangi, Jawa Timur, menggunakan kereta api Singosari kelas ekonomi sekitar lima hari sebelum Lebaran, dengan harga tiket sekitar Rp500 ribu. Perjalanan selama kurang lebih 12 jam itu ia jalani dengan cukup nyaman karena pihak operator, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), menurutnya, tetap memberikan pelayanan prima.
“Kereta ekonomi sekarang tempat duduknya sudah 2-2, jadi lumayan nyaman lah walaupun perjalanan jauh,” ujar Dewi.
Meski rutin pulang kampung dua kali dalam setahun, Dewi mengakui bahwa mendapatkan tiket mudik Lebaran tetap menjadi tantangan setiap tahun. Ia berharap pemerintah dapat menambah jumlah armada transportasi umum untuk mengakomodasi tingginya permintaan.
“Saya berharap armada kendaraan umum tiap Lebaran ditambah jumlahnya. Karena pemudik ini kan banyak. Supaya lebih mudah dapat tiket pulang,” harapnya.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan serta kualitas layanan transportasi umum bagi para pemudik.
Upaya ini diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Herman Yakub.
















