Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Pamit dari Bangka Selatan, Ini Deretan Kasus Korupsi yang Dibongkar Sabrul Iman

×

Pamit dari Bangka Selatan, Ini Deretan Kasus Korupsi yang Dibongkar Sabrul Iman

Sebarkan artikel ini
Pamit dari Bangka Selatan, Ini Deretan Kasus Korupsi yang Dibongkar Sabrul Iman

Baginya, koruptor adalah musuh negara dan masyarakat. Siapa pun yang terbukti bersalah harus bertanggung jawab.

Sebelum memimpin Kejari Bangka Selatan, Sabrul Iman telah malang melintang lebih dari dua dekade di korps Adhyaksa. Rekam jejaknya di bidang tindak pidana khusus sarat dengan penanganan perkara berskala besar dan strategis nasional.

Pada 2016, ia menjabat Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tua Pejat dan meraih peringkat tiga nasional. Setahun kemudian, sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Karawang, ia mencatat peringkat satu nasional.

Kariernya terus menanjak. Tahun 2018, sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Temanggung, ia mendapat apresiasi kinerja terbaik penanganan perkara skala besar (Big Fish) dari Jampidsus. Pada 2019, saat menjabat Kepala Sub Bagian Direktorat Penyidikan Jampidsus, ia kembali menerima piagam penghargaan atas kinerja terbaik.

Pada 2021, sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, ia menuntaskan eksekusi perkara IM2 dengan kerugian negara Rp1,3 triliun.

Tahun 2022, saat dipercaya sebagai Kepala Seksi Wilayah I Pengaduan Masyarakat Direktorat Penyidikan Jampidsus, ia terlibat dalam penanganan sejumlah perkara besar: kasus BTS Kominfo (Rp8 triliun), timah (Rp300 triliun), CPO Duta Palma (Rp78,7 triliun), Budi Said (Rp1 triliun), lebur cap PT Antam (Rp3,3 triliun), Tol Capek (Rp510 miliar), hingga impor garam (Rp773 miliar).

Pada 2024, ia menjabat Koordinator di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat sekaligus diperbantukan sebagai Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Sejumlah perkara besar kembali ditanganinya, termasuk kasus minyak mentah Pertamina (Rp285 triliun), impor gula (Rp578 miliar), serta perkara suap dan gratifikasi hakim di Surabaya dan Jakarta Pusat.

Tahun 2025, ia dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Bangka Selatan. Meski masa tugasnya relatif singkat, deretan perkara besar berhasil diungkap, mulai dari kasus tipikor SP3AT fiktif yang melibatkan mafia tanah hingga dugaan mega korupsi tata kelola timah.

Kini, Sabrul Iman melanjutkan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Jawa Timur.

Dalam perpisahannya, Sabrul Iman menyampaikan harapan agar institusi yang pernah dipimpinnya tetap solid, profesional, dan berintegritas.

“Terima kasih Bangka Selatan. Saya tinggalkan Bangka Selatan dengan rasa bangga. Semoga Kejaksaan Negeri Bangka Selatan terus dipercaya masyarakat dan tetap menjadi institusi yang adil, tegas, dan bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga menitipkan amanah kepada Kajari yang baru, Asep Kurniawan Cakraputra, agar menjaga martabat dan kewibawaan institusi.

“Bagi saya, meninggalkan Bangka Selatan bukan sekadar pindah tugas, tetapi meninggalkan kenangan, kerja sama, dan tanggung jawab moral kepada masyarakat,” ucapnya.

Kini tongkat estafet resmi berpindah. Publik menanti: apakah api pemberantasan korupsi yang sudah menyala akan terus berkobar, atau justru meredup seiring pergantian nahkoda?

Bagi Bangka Selatan, kepergian Sabrul Iman meninggalkan satu pesan tegas, hukum bisa berdiri tegak ketika ada keberanian. Dan bagi publik, harapannya sederhana: api yang sudah menyala jangan sampai padam. (riki)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel