Sekilasindonews.com Sumatra Utara – Seiring dengan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana, pemerintah juga terus mengakselerasi pemulihan pascabencana melalui percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) di sejumlah wilayah.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang diterima Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Jumat (30/1), pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan huntap di beberapa daerah terdampak bencana.
Di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, pembangunan pondasi huntap telah dimulai di Dusun Simate Mate. Sebanyak 103 unit rumah akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari dua hektare yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Pembangunan huntap tersebut didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Rumah yang dibangun merupakan tipe 36 dengan dua kamar tidur dan diperuntukkan bagi warga terdampak bencana yang rumahnya mengalami rusak berat, hilang, atau berada di wilayah zonasi merah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Budiman Gultom, pekan lalu menyampaikan bahwa pembangunan huntap tersebut ditargetkan rampung pada 21 April 2026.
Percepatan pembangunan huntap juga dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Di Desa Sigala-gala, Kecamatan Batang Toru, sebanyak 227 unit huntap tengah dibangun bagi warga terdampak banjir besar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru.
















