Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pembangunan huntap di wilayah tersebut telah memasuki berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pembangunan pondasi, pemasangan dinding bata, hingga pemasangan kusen pintu.
Selain pembangunan hunian tetap, pemerintah juga terus melakukan penyiapan lahan untuk mendukung transisi warga dari hunian sementara menuju hunian permanen.
Sejalan dengan itu, pembangunan huntara masih terus berlangsung. Di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah membangun sebanyak 40 unit huntara di wilayah terpencil dengan waktu tempuh sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan.
Proses pembangunan huntara dan huntap tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor kementerian dan lembaga. Salah satunya terlihat di Sumatera Barat, di mana pembangunan huntara di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dikerjakan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumatera Barat. Saat ini, pembangunan huntara tersebut tengah memasuki tahap pemasangan dinding, lantai, rangka bangunan, serta proses pengecoran.
Melalui penyediaan hunian permanen sekaligus memastikan ketersediaan hunian sementara bagi masyarakat terdampak, pemerintah terus mendorong pemulihan pascabencana agar berjalan secara berkelanjutan.
Herman Yakub
















