Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola, sehingga proses pembangunan dan perbaikan dilaksanakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Skema tersebut dinilai dapat mendorong keterlibatan masyarakat setempat sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) tu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa program revitalisasi sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selama melakukan peninjauan ke daerah-daerah tersebut, Abdul mengatakan bahwa pengelola sekolah dan para siswa sangat mengapresiasi program tersebut.
“Karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia,” pungkas dia.
Herman Yakub.
















