TOBOALI, SEKILASINDONEWS.COM – Puluhan kapal rawai asal Sungsang, Sumatera Selatan, telah menggempur perairan Pulau Dapur, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Kehadiran kapal-kapal besar ini menimbulkan keluhan dan keresahan dari nelayan kecil setempat yang mengaku kesulitan dalam mencari ikan.
Salah satu nelayan Toboali yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa kapal rawai tersebut menggunakan alat tangkap kurang lebih sepanjang puluhan kilometer dan sering kali merusak jaring nelayan tradisional.
“Kami hanya memiliki perahu kecil dan jaring biasa, sementara mereka datang dengan kapal besar. Jaring kami sering rusak dan ikan pun sulit didapat,” ujar nelayan tersebut, Senin (3/3/2025).
Menurut para nelayan, alat tangkap rawai yang digunakan kapal-kapal besar itu sangat menganggu jalur penangkapan ikan tradisional, menyebabkan hilangnya hasil tangkapan mereka.
















