Karena itu, ia meminta seluruh prajurit TNI AD, khususnya Korps Infanteri, untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan profesionalisme, menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, serta menjaga kehormatan dan jiwa korsa dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sebelum melepas peserta, Brigjen TNI Nur Wahyudi juga menekankan pentingnya faktor keamanan dan disiplin selama pelaksanaan long march.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, utamakan keselamatan, jaga kehormatan Korps Infanteri Kodam II/Sriwijaya, serta pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI,” pesannya.
Usai upacara, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemanasan pada pukul 07.30 WIB, sebelum memulai etape pertama long march sejauh sekitar 25 kilometer. Pelepasan resmi dilakukan pukul 08.00 WIB oleh Danrem 045/Garuda Jaya bersama unsur Forkopimda dan jajaran TNI.
Selain kegiatan inti gerak jalan, Korem 045/Garuda Jaya juga menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada masyarakat sekitar sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Danrem kembali menegaskan bahwa Yudha Wastu Pramuka Jaya harus dimaknai sebagai momentum memperkuat jati diri prajurit Infanteri.
“Tradisi ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dihayati dan diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Infanteri harus selalu hadir, kuat, dan dicintai rakyat,” tegasnya.
Sebagai informasi, Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan tradisi tahunan Korps Infanteri yang dilaksanakan melalui long march menempuh jarak ratusan kilometer sambil membawa panji-panji satuan serta amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Tradisi ini menjadi sarana pembinaan jiwa korsa, kebanggaan satuan, dan penguatan semangat patriotisme prajurit Infanteri sebagai pasukan terdepan TNI Angkatan Darat. (*)













