“Program ini mendorong pemahaman tentang peran bank sentral, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Menurutnya, sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, mulai dari pengendalian inflasi hingga menjaga sistem keuangan tetap sehat.
“Literasi ekonomi adalah kunci. Mahasiswa perlu memahami bagaimana bank sentral bekerja dalam menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan,” ujarnya.
Kuliah umum yang menjadi bagian dari kegiatan ini juga menghadirkan Deputi Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Rifki Ismail, yang memaparkan tantangan ekonomi global, arah kebijakan moneter, serta peran bank sentral dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
“Tantangan global menuntut kebijakan moneter yang responsif agar stabilitas tetap terjaga,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang menyoroti berbagai isu aktual, mulai dari tekanan inflasi hingga dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.
UBB berharap kerja sama ini tidak berhenti pada program beasiswa, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas akademik mahasiswa agar lebih adaptif, kritis, dan berdaya saing tinggi.
“Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa literasi ekonomi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di tengah perubahan global yang semakin cepat,” pungkas Devi. (*)


















