Pompa tersebut mampu menghasilkan debit air sekitar 36 ribu liter per jam. Dengan kapasitas itu, air dapat dialirkan ke lahan pertanian untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.
Manfaat lainnya dirasakan dari sisi biaya. Sebelum bantuan datang, petani telah menyiapkan rencana untuk memasang pompa secara mandiri. Dengan adanya bantuan pemerintah, biaya yang semestinya dikeluarkan secara swadaya dapat ditekan.
“Dengan adanya pompanisasi ini, alhamdulillah yang kemarin rencananya petani itu mau memasang pompa swadaya, dan tidak jadi setelah ada bantuan ini. Alhamdulillah, terima kasih sekali,” ujar Mashudi.
Ia optimistis keberadaan pompanisasi juga akan berdampak pada hasil produksi pertanian. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, tanaman padi dapat dipertahankan hingga masa panen.
“Dengan adanya bantuan pompanisasi ini, pasti nanti akan ada peningkatan tonase ketika panen, pasti,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Susukan, Saefudin Adriansyah. Menurutnya, lahan pertanian di Blok Kayen, Desa Susukan, memiliki luas sekitar 309 hektare. Selama hampir dua tahun, wilayah tersebut menghadapi persoalan kekeringan setiap memasuki musim tanam kedua.
“Kalau luas pertanian di daerah Blok Kayen, Desa Susukan, itu kurang lebih 309 hektare. Dan selama ini hampir dua tahun itu ketika musim tanam kedua memang mengalami kekeringan dan gagal panen,” ujar Saefudin.
Dengan adanya bantuan pompanisasi, Saefudin berharap persoalan ketersediaan air yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi.
Pasokan air yang lebih terjamin diharapkan membuat petani dapat menjalankan musim tanam tanpa harus terlalu khawatir terhadap ancaman kekeringan.
“Nah, untuk itu dengan adanya bantuan ini, insyaallah baik masa tanam satu maupun tanam dua, insyaallah air terpenuhi,” katanya.
Bagi para petani, pompanisasi PHTC bukan sekadar bantuan mesin untuk mengalirkan air.
Lebih dari itu, program tersebut menjadi penopang keberlangsungan produksi pertanian di tengah musim kemarau, sekaligus membantu petani mengurangi biaya operasional dan menjaga lahan agar tetap produktif.
Herman Yakub.
















