Karena adanya dugaan keterlibatan anggota kepolisian, kasus ini juga ditangani Propam Polda Babel.
“Terkait dugaan keterlibatan oknum Polri, sudah ditangani Propam Polda Babel. Jika terbukti melanggar, akan diberikan tindakan tegas sesuai aturan,” jelas Agus.
Keributan ini terjadi di depan anak, istri, dan orang tua korban. Bahkan, salah satu terduga pelaku disebut sempat mengeluarkan pistol. Pihak kepolisian masih mendalami kebenaran informasi tersebut melalui pemeriksaan saksi dan olah TKP.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan, korban diduga sempat melakukan pemukulan terhadap salah satu pelaku berinisial BR.
“Terjadi kontak fisik di mana korban diduga melakukan pemukulan terlebih dahulu kepada BR,” katanya.
Keributan itu pun memancing perhatian warga sekitar. Sejumlah warga sempat mendatangi lokasi dengan membawa balok kayu. Namun situasi berhasil diredam.
“Brigpol R membubarkan warga dan meminta agar tidak ikut campur sebelum meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Penyidik kini terus mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Kabid Humas Polda Babel mengimbau semua pihak menahan diri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada polisi.
“Kami minta semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, dr. Muhammad Fauzan dan Brigpol R masih dalam upaya konfirmasi lebih lanjut. (*)














