Prabowo meyakini bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda, bukan sekadar program penyediaan makanan.
“Saya hakulyakin mereka merasakan manfaatnya. Mereka akan jadi lebih kuat, lebih tinggi, otot lebih baik, tulang lebih kuat, dan sel otaknya lebih cerdas,” ujarnya.
Terkait insiden keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah, pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan menutup dapur bermasalah serta melakukan evaluasi menyeluruh.
Pemerintah mewajibkan sertifikasi laik higienis bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), melakukan evaluasi terhadap juru masak, menyederhanakan menu, meningkatkan pemantauan puskesmas, hingga membentuk satgas penanganan di tingkat daerah.
Di sisi regulasi, pemerintah juga memperkuat tata kelola penyelenggaraan MBG melalui penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan Tim Koordinasi serta Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola program.
Prabowo menegaskan bahwa persiapan yang baik merupakan kunci agar kelalaian tidak terulang, sehingga insiden MBG dapat ditekan bahkan mencapai nol persen.
Bagindo Yakub.
















