“Untuk provinsi, nanti provinsi dihitung. Provinsi yang paling besar mana? Yang paling berat ya? Kirim 20 miliar,” ujarnya.
Ia meminta para gubernur untuk segera melaporkan kebutuhan di masing-masing wilayah dan menegaskan bahwa pemerintah pusat akan berada di belakang mereka dalam menghadapi bencana.
“Kalian panglima-panglima terdepan, kalian yang harus bekerja keras untuk rakyat, yang bisa saya kerahkan adalah dukungan, supaya kalian tidak ragu-ragu,” kata Prabowo.
Dalam dialog tersebut, Mendagri juga menyampaikan bahwa banyak kantor camat dan kantor desa mengalami kerusakan berat akibat bencana, sehingga berpotensi menghambat layanan publik.
Ia melaporkan banyak dokumen warga hilang, mulai dari KTP, ijazah, sertifikat tanah, hingga dokumen kendaraan.
Tito mengusulkan agar biaya pengurusan dokumen yang hilang dihapuskan.
“Untuk dokumen KTP di bawah Kementerian kami sudah kami gratiskan, Pak. Tapi mungkin yang untuk ijazah dari Kemendikbud, kemudian STNK–BPKB dari Kapolri, sertifikat ATR–BPN, supaya tidak memberatkan mereka, digratiskan,” ujarnya.
Prabowo menyatakan setuju dan meminta seluruh biaya dihitung.
“Oke, nanti dihitung semua,” jawabnya.
Menutup pertemuan, Prabowo memberikan semangat kepada para bupati yang hadir.
“Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan.” tutup Presiden Prabowo.
Herman Yakub.
















