Pinjaman ini merupakan bagian dari program nasional yang disebut Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh Kementerian Keuangan pada 2020. Program PEN bertujuan untuk membantu pemerintah daerah yang mengalami kesulitan finansial akibat pandemi COVID-19 agar tetap bisa melanjutkan pembangunan.
PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan, memiliki misi khusus untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
Dalam program PEN, SMI bertindak sebagai lembaga katalis, memberikan fasilitas pinjaman kepada pemerintah daerah yang terdampak pandemi agar pembangunan tetap berjalan.
Sejak program ini diluncurkan, SMI telah menyalurkan pinjaman kepada 93 pemerintah daerah di Indonesia dengan total sekitar Rp 39 triliun hingga tahun 2024. Jawa Barat dan Banten, sebagai provinsi dengan PAD besar, juga memanfaatkan fasilitas ini dengan pinjaman masing-masing Rp 4 triliun dan Rp 4,1 triliun.
Sumatera, secara keseluruhan, mendapatkan sekitar Rp 3,9 triliun dari total pinjaman PEN, dengan Babel hanya menerima porsi Rp 235,95 miliar. Meskipun jumlah tersebut relatif kecil, namun tetap memberikan dampak positif yang cukup besar terhadap perkembangan infrastruktur di wilayah Babel.
Pandemi COVID-19 yang melanda pada tahun 2020 menyebabkan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di banyak wilayah, termasuk Babel. Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) juga mengalami penurunan akibat lesunya ekspor timah. Kondisi tersebut membuat APBD Babel mengalami defisit, yang menjadi alasan pemerintah daerah setuju untuk mengambil fasilitas pinjaman dari SMI.
PT SMI sendiri bukan lembaga swasta, tetapi merupakan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) milik negara yang berfungsi sebagai representasi pemerintah pusat. Dengan dukungan SMI, pemerintah daerah dapat memperoleh pinjaman dengan aman dan sesuai dengan misi nasional untuk mempercepat pembangunan.
Program PEN yang digulirkan pada 2020 juga memiliki prioritas utama, yakni mendukung pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan, serta sumber daya air. Hal ini sejalan dengan proyek-proyek yang telah direalisasikan oleh Pemprov Babel dari dana PEN SMI.
Proyek yang dibiayai dari pinjaman tersebut meliputi pembangunan fasilitas kesehatan di RSUD Ir. Soekarno, pelebaran dan perbaikan jalan di berbagai wilayah Babel, termasuk di Bangka Selatan, serta PPI di Sungai Baturusa. Semua proyek ini dijalankan sesuai prioritas pemerintah dalam mengatasi kebutuhan mendesak daerah.
Pada tahun 2021, ekonomi Babel menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 5,05%, tertinggi di Sumatera selama pandemi. Hal ini mencerminkan keberhasilan Pemprov Babel dalam memanfaatkan pinjaman untuk mendorong perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah masa sulit.














