Peningkatan belanja negara salah satunya didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mencapai Rp 19,5 triliun pada Januari 2026. Sebagai pembanding, realisasi anggaran untuk program MBG pada Januari 2025 sebesar Rp 45 miliar.
Tapi tak hanya MBG, pemerintah juga meningkatkan dan mempercepat realisasi belanja untuk program-program lain seperti revitalisasi sekolah, bantuan sosial, pembangunan irigasi, ketahanan pangan, hingga belanja pegawai.
Meski ada percepatan realisasi belanja, Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan APBN tetap kredibel, defisit anggaran terkendali. “Defisit APBN tercatat mencapai Rp 54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” ucapnya.
Purbaya optimistis peningkatan pendapatan dan percepatan realisasi belanja negara ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi.
“Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi. Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, kita optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026,” tegasnya.
Herman Yakub.
















