Boy menegaskan, tim relawan PWI Babel ikut mengawal langsung rombongan armada ini hingga ke titik pengungsian di halaman SD Negeri 7 Simpang Rimba. Langkah ini dilakukan agar proses bongkar muat dan pembagian logistik di lapangan bisa berjalan cepat dan langsung menyasar kelompok rentan.
“Kami kawal langsung sampai ke tenda-tenda darurat. Fokus kami adalah memastikan popok, susu anak, pembalut wanita, dan lauk-pauk kering ini segera terdistribusi hari ini juga ke tangan ibu-ibu dan anak-anak yang sangat membutuhkan,” tambah Boy.
Seperti diketahui, kebakaran besar yang menghanguskan sekitar 500 rumah pada Sabtu lalu (10/10/2026) memaksa 2.000 jiwa bertahan di posko darurat dengan fasilitas seadanya.
Boy berharap, kehadiran tiga armada bantuan dari PWI Babel ini dapat menutup kelangkaan perlengkapan tidur dan sanitasi yang menjadi keluhan utama para pengungsi selama beberapa waktu terakhir.














