Bagi warga Mentok, pemandangan tersebut bukan hal luar biasa, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Saat perayaan Imlek, warga Muslim turut membantu pengaturan parkir di sekitar klenteng. Sebaliknya, ketika Idul Fitri tiba, warga Tionghoa datang bersilaturahmi ke rumah-rumah Muslim.
Ramadhan 2026 kembali memperlihatkan harmoni tersebut.
Lampu masjid menyala hangat menjelang tarawih, sementara aktivitas di sekitar kota tua tetap berjalan tertib. Anak-anak mengaji di serambi, para nelayan datang dengan pakaian sederhana selepas melaut, dan ibu-ibu menyiapkan hidangan berbuka.
Potensi Wisata Religi
Pemerintah daerah melihat Masjid Jami Mentok memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi berbasis sejarah Islamisasi Bangka.
Kawasan kota tua yang memadukan masjid, klenteng, rumah kolonial, serta pelabuhan lama dinilai dapat dikembangkan sebagai paket wisata sejarah dan religi.
“Masjid Jami Mentok bukan hanya warisan arsitektur, tetapi warisan spiritual. Ini aset penting yang harus dijaga dan dipromosikan,” kata Ferhad.
Menurutnya, wisata religi tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan sejarah daerah.
Dengan pengelolaan yang baik, Ramadhan di Kota Mentok dapat menjadi daya tarik wisata nasional, menghadirkan pengalaman ibadah di masjid abad ke-19 dengan suasana kota tua yang autentik.
Warisan yang Terus Hidup
Lebih dari satu abad berlalu sejak masjid itu diresmikan, namun fungsinya tak pernah berubah. Azan tetap berkumandang, jamaah terus berdatangan, dan generasi muda masih belajar membaca Alquran di ruang-ruang yang sama.
Di tengah perubahan zaman dan dinamika ekonomi daerah, Masjid Jami Mentok tetap menjadi penanda bahwa Islam tumbuh di Bangka melalui jalan damai dan persaudaraan.
Ramadhan tahun ini mengingatkan kembali bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan fondasi untuk membangun masa depan yang harmonis.
Di Kota Mentok, cahaya masjid tua itu masih menyala, menjadi saksi Islamisasi, sekaligus simbol toleransi yang terus hidup hingga hari ini. (*)
















