“Kami bersama Pemkab dan Baznas berupaya hadir cepat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Baznas menyebut bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program tanggap darurat sosial.
Pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan siapa pun untuk menjangkau warga rentan di pelosok desa.
Di tengah kunjungan tersebut, Junaidi tampak berkaca-kaca. Ia mengaku tak menyangka laporan sederhana dari tetangganya di media sosial bisa menghadirkan bantuan secepat ini.
“Saya sempat bingung harus bagaimana. Atap bocor, kalau hujan air masuk semua. Terima kasih pak Bupati sudah datang langsung melihat kondisi saya,” ucapnya lirih.
Riza menegaskan, kasus yang dialami Junaidi menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan.
Ia meminta perangkat desa dan RT lebih aktif melaporkan kondisi serupa agar tidak ada masyarakat yang luput dari perhatian.
“Jangan ada lagi warga yang merasa sendirian menghadapi musibah. Tugas kami memastikan negara hadir sampai ke rumah-rumah,” ujarnya.
Ia juga mengajak dunia usaha dan komunitas sosial untuk memperkuat budaya gotong royong. Menurutnya, kekuatan Bangka Selatan terletak pada kepedulian warganya.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kalau semua bergerak bersama, masalah seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” kata Riza. (*)
















