Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Selatan

TMMD 2026 Dimulai, Desa Penutuk Jadi Lokasi Prioritas

×

TMMD 2026 Dimulai, Desa Penutuk Jadi Lokasi Prioritas

Sebarkan artikel ini
TMMD 2026 Dimulai, Desa Penutuk Jadi Lokasi Prioritas

SEKILASINDONEWS.COM – Desa Penutuk adalah wajah kepulauan Bangka Selatan yang dikelilingi laut biru. Untuk mencapainya, setiap orang harus menyeberang menggunakan perahu dari Pelabuhan Sadai. Di tempat yang terpisah oleh bentang air laut itulah, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2026 resmi dimulai dan menjadikan Penutuk sebagai lokasi prioritas.

Program terpadu ini diharapkan menjadi pintu pembuka isolasi wilayah, sekaligus mempercepat langkah warga menuju kesejahteraan yang lebih baik.

Suasana berbeda terasa pada Selasa (10/2/2026). Di tengah desa, apel pembukaan TMMD digelar dengan khidmat.

Ratusan personel TNI dari Batalyon TP 845/Ksatria Satam Belitung dan Kodim 0432/Basel itu berdiri tegap berdampingan dengan unsur perangkat desa setempat, anak-anak Pramuka, serta siswa sekolah desa setempat.

Kebersamaan lintas generasi itu menjadi gambaran awal semangat gotong royong yang hendak dibangun melalui TMMD.

Perjalanan menuju lokasi bukan sekadar menempuh jalan darat. Rombongan harus lebih dulu menyebrangi laut melalui Pelabuhan Sadai menggunakan perahu, menyatu dengan keseharian warga Penutuk yang telah lama akrab dengan irama gelombang.

Sekretaris Daerah Bangka Selatan Hefi Nuranda yang mewakili Bupati Riza Herdavid bertindak sebagai inspektur apel.

Di hadapan peserta upacara, ia mengingatkan bahwa TMMD bukan hanya urusan membangun fisik, tetapi juga merawat kebersamaan.

“TMMD ini merupakan bentuk pengabdian TNI untuk rakyat, sekaligus bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, program ini bergerak pada dua jalur besar, yakni fisik dan nonfisik.

Pada sektor fisik, perhatian utama tertuju pada pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer yang diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Selain jalan, prajurit TNI dan masyarakat akan bergotong royong membangun satu titik sumur bor, memperbaiki satu unit rumah tidak layak huni, menanam 200 batang pohon keras, membersihkan lingkungan, serta merehabilitasi satu unit masjid desa.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional