“Bangka Barat dibangun bukan hanya dengan anggaran, tetapi dengan kepedulian dan persaudaraan,” tegas Markus.
Suasana di Masjid Baitussalam sore itu berlangsung hangat. Warga dari berbagai latar belakang tampak hadir dan berbaur. Di luar masjid, aktivitas Pasar Ramadhan menggeliat, menghadirkan interaksi ekonomi lintas komunitas.
Camat Parit Tiga menyebut dukungan pemerintah berupa bantuan tenda pasar Ramadhan turut menggerakkan pelaku usaha kecil. Belasan lapak berdiri berdampingan, menjadi ruang pertemuan warga tanpa sekat identitas.
Ketua BAZNAS Bangka Barat, Lili Suhendra NATO, mengatakan zakat yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
“Zakat adalah amanah. Ketika disalurkan dengan tepat, ia menjadi penguat persaudaraan,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan mengaku terharu atas perhatian pemerintah daerah. Baginya, santunan yang diterima bukan sekadar bantuan materi.
“Kami merasa diperhatikan. Itu yang paling penting,” ucapnya lirih.
Safari Ramadhan di Desa Puput ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi simbol bahwa pembangunan di Bangka Barat diarahkan tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan dan toleransi. (Belva)
















