“Patroli dilakukan dengan menyisir kawasan perairan serta memantau aktivitas di sekitar titik-titik yang dinilai rawan menjadi jalur penyelundupan,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah pelaku memanfaatkan jalur alternatif yang minim pengawasan.
“Pengawasan terhadap jalur tidak resmi juga menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan,” katanya.
Arief menegaskan, patroli tidak hanya dilakukan secara insidental. Pengawasan akan terus ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi berbagai bentuk aktivitas ilegal di wilayah perairan Bangka Selatan.
“Dengan adanya patroli serentak ini diharapkan dapat mencegah dan memutus mata rantai penyelundupan, serta menjaga stabilitas keamanan dan tata niaga di wilayah perairan Provinsi Kepulauan Babel,” ujarnya.
Sebelumnya, aparat juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah kawasan pesisir yang dinilai rawan digunakan sebagai jalur alternatif pengiriman timah keluar daerah. (*)
















