Selain menangkap para para pelaku, BNN juga menemukan sebuah pondok kecil yang sengaja disediakan untuk para pemakai narkoba. Pondok ini digunakan sebagai tempat pengguna melakukan konsumsi langsung usai membeli barang haram tersebut.
“Cara pembelian di markas GG ini bisa COD atau langsung transaksi di lokasi. Bahkan mereka menyediakan pondok untuk pemakai,” ungkap Brigjen Eko.
Saat digerebek, para pelaku tengah menunggu pembeli. Transaksi dalam jumlah besar pun kerap dilakukan secara langsung di lokasi, terutama jika pembeli sudah dikenal oleh pelaku.
“Saat ditangkap para pelaku ini sedang menunggu pembeli. Biasanya kalau pembelian dalam jumlah besar bisa COD. Tapi saking beraninya, kalau pembeli sudah kenal, walaupun dalam jumlah besar itu langsung jual beli di lokasi,” imbuhnya.
Brigjen Eko mengatakan, BNN juga telah berkoordinasi dengan Kodim serta Polres Bangka Selatan untuk memburu Bulet. Dugaan bahwa pelaku membawa sabu dalam jumlah signifikan membuat pengejaran menjadi prioritas.
“Kita sudah berkomunikasi dengan Kapolres dan Dandim. Pelaku ini harus segera ditangkap karena diduga membawa barang bukti dalam jumlah besar,” tegas Brigjen Eko.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus menggencarkan operasi pemberantasan narkoba di wilayah Bangka Belitung. Semua pelaku yang terlibat dalam jaringan GG akan diburu tanpa kompromi.
“Kita tidak main-main dengan narkoba ini. Para pelaku akan ditindak tegas dan terus kita kejar,” pungkasnya. (*)


















