Selain Stunting, Kesehatan Jiwa Anak Juga Jadi Persoalan yang Tak Kalah Penting

Sekilasindonews.com, BATU BELUBANG – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Maya Suganda Pasaribu, menyebut bahwa selain stunting, kesehatan jiwa pada anak juga menjadi sebuah persoalan yang tak kalah penting.

Demikian disampaikan Pj. Ketua TP PKK Maya Suganda Pasaribu, usai memberikan materi, pada kegiatan Jambore Kader Posyandu Tahun 2023, di Pantai Tapak Antu, Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (3/8/2023) pagi.

“Jadi, selain fokus untuk menurunkan angka prevalensi stunting, ada masalah lain yang tak kalah penting, yakni tentang kesehatan jiwa pada anak. Seperti kita ketahui, bahwa anak-anak sekarang banyak yang sudah memakai handphone(hp)/gadget di usia dini,” ucapnya.

“Untuk hp/gadget sendiri, sebenarnya belum waktunya bagi anak-anak untuk menggunakan itu. Tapi karena beberapa macam alasan, seperti untuk sekolah, untuk zoom di waktu pandemi covid kemarin, maka pemakaian gadget sudah terbiasa di kalangan anak-anak,” lanjutnya.

Menurut Pj. Ketua TP PKK Maya, jika anak menggunakan hp/gadget melebihi batas waktu pemakaiannya, maka akan menyebabkan ketergantungan, yang berdampak pada tidak stabilnya emosi anak. Jika emosi anak tidak terkontrol, lanjutnya, maka akan merugikan anak itu sendiri.

“Selain sekolah, banyak anak yang menggunakan hp/gadget, untuk bermain game, ataupun untuk kegiatan-kegiatan lain, seperti menonton YouTube dan sebagainya, dari sana, akhirnya anak-anak ini menjadi ketergantungan,” terang Pj. Ketua TP PKK Maya.

“Jika sudah muncul ketergantungan, maka anak-anak ini saat kita larang memainkan hp/gadgetnya, mereka sering emosi. Fenomena ini, sudah banyak kita lihat di media sosial. Jika emosi anak sudah tidak terkontrol lagi, itu bisa merugikan dirinya sendiri dan lingkungannya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Pj. Ketua TP PKK Maya berharap para kader posyandu dapat membantu pemerintah dalam memberikan pengetahuan dan sosialisasi, terkait pentingnya kesehatan jiwa anak di kalangan masyarakat, guna perkembangan jiwa anak-anak yang baik ke depannya.

“Terkadang, para orang tua di zaman sekarang ini banyak yang kurang perhatian terhadap anaknya, karena mungkin sibuk bekerja, sehingga tidak bisa memperhatikan anaknya dari pagi sampai sore, akhirnya anak-anaknya kurang terawasi dalam memainkan gadget serta untuk mengontrol emosi anak, akhirnya jadi terabaikan,” ujarnya.

“Para kader-kader posyandu yang hadir dalam kegiatan hari ini, kami harapkan bisa membantu dalam memberikan pengetahuan, mengenai bahaya pemakaian hp/gadget yang berlebihan bagi anak-anak. Hal ini kami perlukan, mengingat bahaya yang dimunculkan, yang tentunya dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak-anak untuk ke depannya,” pungkasnya.

 

Penulis: Yudhistira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *