“Namun demikian, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya memerlukan dukungan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga media massa.
Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang terbuka dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap Kapolres Cilegon yang baru dapat memperkuat kemitraan tersebut, termasuk dengan insan pers, dalam rangka membangun Kota Cilegon yang aman, tertib, dan kondusif,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syamsul Bahri menegaskan komitmen DPD GWI Banten untuk terus membangun hubungan kemitraan yang profesional dengan institusi kepolisian.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pers dan Polri memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena itu, kemitraan harus dibangun atas dasar profesionalisme, transparansi, dan saling menghormati tugas masing-masing,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Syamsul berharap promosi AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga membawa kesuksesan dalam mengemban amanah di Polda Metro Jaya.
Sementara kepemimpinan AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi mampu membawa Polres Cilegon semakin dekat dengan masyarakat melalui pelayanan publik yang prima, penegakan hukum yang berkeadilan, serta terjaganya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
“Pergantian kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian kepada masyarakat harus terus menyala,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















