Di lokasi dapur umum, puluhan relawan terlihat menyiapkan makanan bagi warga yang tidak dapat memasak karena rumah mereka terendam. Makanan hangat didistribusikan setiap beberapa jam ke titik-titik terdampak banjir.
“Penanganan bencana bukan hanya menjalankan instruksi, tetapi panggilan moral. Kami ingin memastikan warga merasa aman, diperhatikan, dan tidak dibiarkan dalam kesulitan. Pemerintah berusaha hadir sebelum keluhan muncul,” tambah Safrizal.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, BPBD Bangka Barat juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir. Program yang direncanakan mulai dari pembangunan talut, pintu air, hingga normalisasi sungai yang melintasi Kampung Tanjung.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara warga dan aparat mampu menghapus stigma Kampung Tanjung sebagai daerah langganan banjir.
“Kami ingin warga bisa tidur tenang. Selama masyarakat aman, berarti pemerintah berjalan di jalur yang benar,” pungkasnya. (*)





















