Dalam rapat tersebut, para bupati dan wali kota melaporkan kondisi inflasi di Bangka Belitung hingga pertengahan 2026 masih berada pada level yang aman, stabil, dan terkendali.
Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga akibat gangguan pasokan, distribusi, maupun faktor musiman.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pemerintah daerah sepakat menjalankan 11 program prioritas pengendalian inflasi, mulai dari operasi pasar dan gerakan pangan murah, diversifikasi pangan, business matching komoditas, pengembangan Early Warning System (EWS), perluasan asuransi pertanian, penguatan sarana pascapanen, kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi pangan, hilirisasi pangan, penguatan evaluasi kebijakan, hingga pelaporan aktivitas perekonomian melalui Sistem Babel Ecository.
Melalui langkah tersebut, Pemprov Babel optimistis pengendalian inflasi semakin efektif sehingga stabilitas harga kebutuhan pokok, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga sepanjang 2026.
Redaksi.
















