“Perubahan paling kerasa itu di uang jajan. Saya biasanya bawa Rp20 ribu. Sekarang uangnya bisa disimpan karena tidak perlu beli makan,” ujar Rosid. “Setelah ada MBG, saya merasa lebih nyaman ke sekolah karena dapat makanan yang enak dan sehat,” lanjutnya.
Menurut Rosid, program MBG juga berdampak pada konsentrasi belajar. Dengan perut terisi, ia tidak lagi menunggu jam pelajaran selesai hanya untuk pergi ke kantin.
“Di kelas dan saat praktik saya lebih fokus karena perut kenyang dan makanannya bersih dan steril. Menurut saya program MBG ini sangat penting karena membantu siswa menabung dan memastikan kita makan makanan sehat,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan Badan Gizi Nasional atas program tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Badan Gizi Nasional atas program MBG ini. Harapan saya ke depan ditambahkan air minum supaya satu menu lebih lengkap,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















