Dari sosialisasi ini, mata dan pikirannya terbuka. Orang tua pun tidak khawatir karena dilibatkan dalam sosialisasi maupun seleksi. Dengan begitu, dua kekhawatiran Fau langsung sirna.
Seleksi SUGT langsung melibatkan orang tua siswa. Orang tua diminta menandatangani surat persetujuan. Hal ini tentu saja membuat Fau merasa lega karena keinginannya didukung penuh orang tua.
“Jadi, orang tua tuh sangat mendukung dan gembira ketika saya menentukan bahwa saya ingin berkuliah di luar negeri,” kata dia.
Kini, Fau menjadi satu dari 96 siswa SMAN 28 Jakarta yang lolos seleksi program SUGT. Puluhan siswa ini digembleng oleh pengajar berpengalaman dari sejumlah PTN. Mereka disiapkan untuk bisa lolos berkuliah di luar negeri lewat jalur beasiswa.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program SUGT bagi SMA/MA yang memenuhi sejumlah kriteria seperti terakreditasi A dan memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Program SUGT memberikan sejumlah pengayaan, yakni program pelatihan manajemen sekolah, pelatihan guru dan tenaga kependidikan, hingga pembinaan peserta didik.
Program SUGT adalah upaya pemerintah untuk mendekatkan pendidikan berkualitas bagi para peserta didik dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Agar kelak ilmu yang mereka dapatkan bisa digunakan untuk mengabdi bagi kepentingan bangsa.
Herman Yakub.
















