Soal Kabag Kesra Basel Ditangkap Polisi Karena Bawa Ekstasi, Riza Herdavid: Itu Hoax!!!

Sekilasindonews|BANGKA SELATAN – Soal isu pemberitaan yang menyebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) diamankan polisi karena diduga bawa pil jenis extasi di sebuah tempat karaoke, di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengaskan bahwa pemberitaan tersebut itu Hoax (tidak benar), Minggu (10/12/2023).

Riza menjelaskan, pemberitaan mengenai Kabag Kesra yang dimuat di salah satu media online nasional tersebut tidak benar. Menurutnya permasalahan tersebut masih dalam upaya mediasi untuk diluruskan terkait berita tersebut.

“Dak benar, ni tengah diluruskan. Nanti akan saya update. Intinya pemberitaan itu salah,” tegas Riza, saat di konfirmasi.

Sementara Kabag Kesra Bangka Selatan, AD saat di konfirmasi melalui via telpon maupun Wasstsaap, pada Minggu (10/12/2023) malam, belum memberikan jawaban

Sebelumnya, dikutip dari laman DetikBali.com, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berinisial AD diamankan polisi di Kota Mataram, Minggu dini hari (10/12/2023).

AD diamankan karena kedapatan membawa pil diduga jenis ekstasi di sebuah tempat karaoke di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Deddy Supriadi membenarkan adanya penangkapan salah satu aparatur sipil negara (ASN) asal Bangka Selatan itu.

“Ya, betul AD ini adalah Kabag Kesra di Bangka Selatan. Membawa 13 butir pil diduga ekstasi ke lokasi karaoke,” kata Deddy, Minggu siang.

Menurut Deddy, tablet yang dibawa oleh AD tersebut akan diuji di kantor Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Kota Mataram pada Senin (11/12/2023) besok.

“Tapi kan kami harus uji dulu di BBPOM untuk memastikannya. Kalau positif kami akan proses lanjut ke pengadilan,” ujar Deddy.

“Sementara diduga jenis ekstasi. Kami kan belum tahu. Makanya ini harus diuji terlebih dahulu,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, AD datang ke Kota Mataram terkait urusan dinas. Polisi juga memastikan AD datang ke karaoke seorang diri.

“Betul kami amankan di lokasi karaoke. Selain itu ada empat lady companion (LC) dan tiga pengunjung lainnya di TKP pertama dan kedua,” kata Deddy.