Stop Bullying, Polsek Payung Gelar Program Polisi Masuk Sekolah

Uncategorized110 Dilihat

Sekilasindonews.com |Bangka Selatan – Kepolisian Sektor Payung menggelar Police Go To School (Polisi Masuk Sekolah) di SMP Negeri 4 Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (14/11/2023) dengan mengusung tema “Stop Bullying”.

Kegiatan Police go to school yang dipimpin oleh Kapolsek Payung, Iptu Husni Afriansyah tersebut, bertujuan untuk memberikan sosialisasi atas dampak buruk perundungan atau bullying terhadap pelajar. Kegiatan tersebut di ikuti oleh 100 orang siswa/i SMP Negeri 4 Payung dan didampingi oleh Dewan Guru.

Kapolsek Payung, Iptu Husni Afriansyah, memberikan pemaparan materi kepada para siswa/i mengenai terkait peristiwa bullying (perundungan) yang akhir-akhir ini marak terjadi di kalangan pelajar.

“Dan tidak jarang juga sampai menimbulkan luka-luka dan korban jiwa,” ujar Iptu Husni sebagai narasumber pada kegiatan itu, Selasa (14/11).

Menurut mantan Kasatresnarkoba Polres Bangka Selatan itu, sanksi hukum terhadap pelaku bullying akan segera ditindak lanjuti sesuai dengan aturan dan pasal yang berlaku, serta untuk korban bullying sendiri akan ditangani secara khusus.

“Dampak psikologis yang dialami oleh korban bullying, serta dampak hukum yang akan dihadapi oleh para pelaku bullying, akan ditindak lanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di indonesia,” tuturnya.

Perwira berpangkat balok dua itu menghimbau kepada para siswa/i SMP Negeri 4 Payung untuk tidak melakukan perundungan baik kepada sesama rekan di sekolah ataupun dilingkungan tempat tinggal.

“Apa bila para siswa mengetahui adanya bullying atau perundungan, jangan ragu-ragu untuk melaporkan ke aparat kepolisian terdekat,” ujarnya.

Selain itu, Husni menambahkan, bahwa dari kegiatan sosialisasi itu para pelajar dapat mengetahui dampak yang akan timbul jika menjadi pelaku bullying (perundungan). Karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalinnya kerjasama dan komunikasi yang baik antara Polri dan lembaga pendidikan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, dapat terjalin komitmen kepada para siswa/i, dewan guru dan juga pihak Kepolisian untuk bersama-sama menjadi bagian dalam meniadakan tindakan bullying dilingkungan sekolah,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *