Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Tak Ada Penolakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, SMPN 1 Cilegon Buka Akses Pendidikan Inklusif

×

Tak Ada Penolakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, SMPN 1 Cilegon Buka Akses Pendidikan Inklusif

Sebarkan artikel ini

Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Cilegon telah menugaskan 24 Guru Pendamping Khusus (GPK) yang bekerja secara mobile untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus di berbagai sekolah.

Cilegon menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Banten yang sudah merekrut Guru Pendamping Khusus menggunakan dana APBD.

“Memang jumlahnya masih belum ideal, tetapi ini menjadi langkah awal yang sangat baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kota Cilegon, Muhatta, S.Pd., M.M., menyatakan pihaknya mendukung penuh program pendidikan inklusif yang dicanangkan pemerintah.

Menurut Muhatta, meskipun sarana sekolah belum sepenuhnya siap, pihaknya terus melakukan berbagai persiapan agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi siswa berkebutuhan khusus.

Ini merupakan program pemerintah yang harus kami dukung.

Bagaimanapun juga anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

“Karena itu kami terbuka menerima mereka,” ungkap Muhatta.

Ia menjelaskan, SMPN 1 Cilegon tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti toilet ramah disabilitas dengan kloset duduk, pegangan khusus, serta jalur akses bagi penyandang disabilitas.

Kalau berbicara kesiapan memang masih dalam proses.

“Namun kami bangga bisa menjadi bagian dari sekolah yang memberikan kesempatan dan hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa membedakan kondisi mereka,” katanya.

Muhatta mengakui bahwa penerapan sekolah inklusif memiliki tantangan tersendiri.

Namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan hak pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

Pasti ada tantangan dan risiko, apalagi ini hal yang masih baru bagi sebagian sekolah. Tetapi mereka memiliki hak yang sama untuk belajar, mendapatkan ilmu dan mengembangkan potensi diri.

“Karena itu SMPN 1 Cilegon siap membuka peluang bagi siswa disabilitas untuk menempuh pendidikan bersama siswa lainnya,” pungkasnya.

Dengan tingginya minat masyarakat terhadap SMPN 1 Cilegon dan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan inklusif, diharapkan seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan setara.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel