Selain empat tenaga pendidik yang kehilangan rumah, Dindikbud Bangka Selatan mencatat sebanyak 210 siswa dari berbagai jenjang pendidikan turut terdampak bencana.
Berdasarkan data yang dihimpun, siswa sekolah dasar (SD) menjadi kelompok paling banyak terdampak, yakni 163 orang, terdiri dari 77 laki-laki dan 86 perempuan.
Kemudian, terdapat 23 siswa SMP, masing-masing 10 laki-laki dan 13 perempuan. Pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), tercatat 12 anak terdampak, terdiri dari lima laki-laki dan tujuh perempuan.
Sementara itu, pada jenjang SMA terdapat 12 siswa, masing-masing dua laki-laki dan 10 perempuan.
“Data siswa terdampak kebakaran di Dusun Serdang itu totalnya ada 210 orang siswa,” ujar Anshori.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan, Anshori menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyiapkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi seluruh siswa terdampak sesuai arahan Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid.
Dindikbud juga melakukan pendataan terhadap kebutuhan perlengkapan sekolah serta dokumen pendidikan yang hilang atau rusak akibat kebakaran, termasuk ijazah dan rapor.
Untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, Dindikbud Bangka Selatan membuka posko pelayanan pendidikan di SD Negeri 7 Simpang Rimba. Penyesuaian sistem pembelajaran juga disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi anak-anak pascabencana.
“Sesuai arahan Pak Bupati, untuk seragam dan perlengkapan bagi 210 siswa yang terdampak harus dibantu dan segera disalurkan. Selain itu, kami juga membuka posko yang berlokasi di SD Negeri 7 Simpang Rimba.,” tegas Anshori. (*)














