Wawan menegaskan, dapur umum ini terbuka untuk siapa saja. Tidak hanya pengungsi yang berada di Posko Islamic Center, tetapi juga warga dari luar kawasan maupun pengungsi dari posko lain yang singgah diperbolehkan untuk makan.
“Kami tidak pernah menutup untuk siapa pun yang datang ke sini. Selama tersedia, silakan makan. Relawan dipersilakan, rekan-rekan jurnalis juga sering mampir. Tidak pernah saya tolak,” katanya.
Ia mengaku belum mengetahui sampai kapan dapur lapangan tersebut akan terus beroperasi. Namun, Brimob Polri menegaskan kesiapan untuk terus menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir, khususnya di kawasan Kuala Simpang dan umumnya di Aceh Tamiang.
Di akhir, Wawan menyampaikan doa dan pesan semangat bagi para korban banjir agar tetap tabah dan kuat menghadapi musibah.
“Pesannya, mudah-mudahan diberikan ketabahan dan kesabaran. Semoga ada hikmah ke depannya dan mudah-mudahan kondisi segera pulih kembali,” tuturnya.
Herman Yakub.


















