SEKILASINDONEWS.COM – Emosi seorang pria berinisial EK (29) di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) meledak setelah melihat istrinya menangis karena dimarahi sang ayah.
Perselisihan keluarga pun berubah menjadi aksi kekerasan. EK terlibat cekcok dengan ayahnya, MY (50), hingga berujung pemukulan. Tak berhenti di situ, EK bahkan mengambil sebilah parang dan mengejar adiknya yang berusaha melerai keributan.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah MY di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Hampir sebulan setelah kejadian, EK yang diketahui merupakan seorang residivis akhirnya diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Bangka Selatan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
“Terduga pelaku tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau penganiayaan, yakni saudara EK sudah ditahan dan diserahkan kepada Unit PPA Satreskrim Polres Bangka Selatan untuk menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasi Humas Polres Bangka Selatan AKP Mardian Syafrizal, Minggu (13/9/2026).
Mardian menjelaskan, keributan tersebut bermula saat MY pulang bekerja dan bertemu menantunya, FT, yang berada di rumah.
Saat itu, MY menanyakan kepada FT mengenai uang sebesar Rp200 ribu yang sebelumnya diminta oleh MU dan MA. MY juga mempertanyakan apakah FT mengetahui bahwa uang tersebut akan digunakan untuk memperbaiki sepeda motor.
FT mengaku tidak mengetahui peruntukan uang tersebut. Namun, percakapan antara keduanya kemudian memanas. MY diduga menuding FT telah bersekongkol dengan pihak lain dan menyampaikan bahwa FT akan mendapat akibat dari perbuatannya.
Merasa dimarahi, FT kemudian masuk ke kamar sambil menangis. Tak lama berselang, sekitar pukul 21.30 WIB, EK pulang ke rumah. Melihat istrinya dalam kondisi menangis, EK kemudian menanyakan apa yang terjadi.
“Terduga pelaku ini kemudian menanyakan penyebabnya. Lalu istrinya menceritakan bahwa dirinya baru saja dimarahi ayah mertuanya dan ditanya soal uang Rp200 ribu yang tidak diketahuinya,” jelas Mardian.
Sekitar pukul 22.00 WIB, MY kembali ke rumah. EK yang sudah mengetahui persoalan tersebut kemudian keluar dari kamar dan menanyakan kepada ayahnya alasan memarahi FT.














