Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Berita

Tradisi Sembahyang Rebut di Mentok Jadi Aset Budaya, Begini Penjelasan Bupati Markus

×

Tradisi Sembahyang Rebut di Mentok Jadi Aset Budaya, Begini Penjelasan Bupati Markus

Sebarkan artikel ini
Tradisi Sembahyang Rebut di Mentok Jadi Aset Budaya, Begini Penjelasan Bupati Markus

Namun, makna Sembahyang Rebut tidak berhenti di ranah spiritual. Ketua panitia menegaskan, tradisi ini juga mengandung nilai sosial yang kuat karena kerap diikuti masyarakat non-Tionghoa. Hal ini menjadikannya sebagai ruang perekat toleransi dan kebangsaan di tengah keberagaman.

Bupati Markus menutup sambutannya dengan pantun, mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan tradisi leluhur tersebut:

Orang ke laut mencari ikan

Ikan ditangkap dengan jala

Sembahyang Rebut kita lestarikan

Tradisi leluhur yang wajib dijaga

Dari timur sampai ke barat

Kita semua adalah teman

Mari berkumpul wahai kerabat

Sembahyang Rebut kita laksanakan

Sembahyang Rebut di Mentok kini tak lagi sekadar pesta adat atau ritual tahunan, melainkan telah menjadi aset budaya daerah yang memperkaya khazanah pariwisata Bangka Belitung. Ia adalah jejak sejarah, ungkapan bakti, sekaligus perekat sosial yang akan terus terjaga dari generasi ke generasi. (blv)

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional