Usai Rapat RPJMD, Badri Syamsu Minta Pemda Cari Solusi untuk Ekonomi Bangka Barat
SEKILASINDONEWS.COM – Ketua DPRD Bangka Barat, H. Badri Syamsu, menegaskan bahwa Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 harus benar-benar menjadi instrumen nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait permasalahan ekonomi daerah yang saat ini dinilai tengah lesu.
Pernyataan itu ia sampaikan usai rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda RPJMD di Gedung Mahligai Betason 2 DPRD Bangka Barat, Senin (6/10/2025).
Menurut Badri, visi dan misi Bupati yang dituangkan dalam RPJMD memang menekankan pada kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Namun, ia menilai persoalan ekonomi harus menjadi perhatian paling utama.
“Visi dan misi itu baik, tapi yang paling mendesak adalah bagaimana kita menyikapi persoalan perekonomian yang ada di Bangka Barat. Rakyat tidak butuh janji, mereka butuh solusi,” tegas Badri.
Ekonomi Lesu, Tantangan Berat Bangka Barat
Badri mengungkapkan, Bangka Barat saat ini menempati posisi terendah dalam tingkat pendapatan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan besar yang tidak bisa ditunda penyelesaiannya.
Ia menyebut sektor pertambangan dan perkebunan sebagai kunci utama yang perlu dikelola secara bijak. Selain itu, masuknya investasi juga harus didorong agar mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.














