“Masalah pertambangan, perkebunan, dan investasi harus ditangani serius. Pemerintah daerah harus bekerja sama dengan stakeholder agar solusi bisa ditemukan. Kita harap RPJMD ini tidak hanya jadi dokumen formal, tapi betul-betul menjawab kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Soroti Kehadiran Presiden Prabowo di Babel
Badri juga menyinggung kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan berkunjung ke Provinsi Bangka Belitung. Menurutnya, momentum tersebut diharapkan membuka mata pemerintah pusat terhadap kondisi ekonomi daerah, khususnya di Bangka Barat.
“Kita berharap Pak Presiden bisa mengambil kebijakan strategis untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Saat ini banyak penambang kesulitan menjual hasil tambangnya, bahkan ada yang ditangkap. Ini butuh solusi nyata agar rakyat tidak terus terpuruk,” jelasnya.
Optimisme Pasca Pengesahan RPJMD
Dengan disahkannya RPJMD 2025–2029, Badri optimistis arah pembangunan lima tahun mendatang bisa menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Bangka Barat. Ia menekankan agar seluruh visi dan misi Bupati yang telah dituangkan dalam dokumen itu benar-benar dijalankan dengan konsisten.
“RPJMD ini harus berpihak pada kesejahteraan rakyat. Jangan hanya menjadi kompas di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (blv)
















