Selain itu, program ini dirancang untuk mengurangi backlog perumahan nasional dengan menjawab kebutuhan sekitar 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah, sekaligus memperbaiki sekitar 26,9 juta rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia.
Tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Program 3 Juta Rumah juga diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan aktivitas sektor konstruksi, industri bahan bangunan, penyerapan tenaga kerja, serta investasi swasta.
“Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah merupakan salah satu wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial ekonomi,” kata Qodari.
Selain menjelaskan progres pembangunan rumah, Qodari juga memaparkan perkembangan program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Hingga awal Juni 2026, progres pelaksanaan program tersebut telah mencapai 13,51 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan fisik perbaikan rumah tidak layak huni dapat diselesaikan pada Oktober 2026, atau paling lambat November 2026.
“Saat ini, percepatan difokuskan pada proses verifikasi calon penerima bantuan. Dari target awal sekitar 400.000 unit, proses verifikasi telah mencapai sekitar 300.000 unit dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2026,” tuturnya.
Herman Yakub.
















