Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Berita

Pemulung di Boyolali Bahagia, Anaknya yang Sempat Putus Sekolah Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

×

Pemulung di Boyolali Bahagia, Anaknya yang Sempat Putus Sekolah Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonews.com Boyolali – Kebahagiaan dirasakan Sarjo (50), seorang pemulung di Boyolali, setelah anaknya yang sempat putus sekolah kini bisa kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Jawa Tengah.

Sehari-hari, Sarjo menggantungkan hidup dari hasil memulung barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan kertas, serta berjualan pakaian bekas keliling. Penghasilannya yang tidak menentu membuatnya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan lima orang anak.

Keterbatasan ekonomi yang dihadapi bahkan membuat salah satu anaknya sempat putus sekolah selama satu tahun. Dalam kondisi tersebut, pendidikan menjadi hal yang sulit dijangkau.

Harapan itu kemudian kembali hadir ketika Sarjo diperkenalkan pada program Sekolah Rakyat melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut, anaknya, Syifa, kini dapat kembali bersekolah.

“Alhamdulillah ada pendamping PKH yang menawarkan kalau ada program baru dari Pak Prabowo, dari Kementerian Sosial, jadi anak saya mau ikut sekolah lagi, jadi saya mengucapkan alhamdulillah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Desa Mriyan, Taman Sari, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (21/4).

Bagi Sarjo, kembalinya sang anak ke bangku sekolah bukan sekadar soal pendidikan, tetapi juga tentang menghidupkan kembali mimpi yang sempat tertunda.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional