Bangka Selatan Dipilih Sebagai Pilot Project Penerapan Immigration Corner

Sekilasindonews, Bangka Selatan – Divisi Keimigrasi Kanwil Hukum dan Ham Kepulauan Bangka Belitung telah memilih Kabupaten Bangka Selatan sebagai Pilot Project penerapan Immigration Corner.

Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dukungan dalam menyukseskan optimalisasi layanan keimigrasian di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Pangkalpinang, Doni Alfisyharin saat melakukan rapat di Kantor Bappelitbangda, Bangka Selatan, Jumat ( 21/7/2023) sore.

Doni menjelaskan, untuk menerapkan Immigrasion corner tersebut, pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemkab Bangka Selatan untuk mensosialisasi program ini ke pihak Kecamatan maupun Desa.

Baca Lainnya :

“Sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam mensukseskan layanan keimigrasian. Kami memilih Bangka Selatan sebagai pilot project rencana penerapan “immigrasion corner” di Bangka Belitung,” ujar Doni.

“Untuk penerapan program ini, kami akan berkolaborasi dengan Pemkab Basel untuk mensosialisasikan serta memberikan pelatihan kepada aparatur di kecamatan maupun desa terpilih dalam memberikan pelayanan serta kebutuhan masyarakat terkait pelayanan keimigrasian,” jelas dia.

Terpisah, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan terus melakukan upaya aktif dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sasaran kami adalah bagaimana pelayanan masyarakat semakin mudah, cepat dan efisien. Untuk itu, pola pelayanan jemput bola akan terus kami galakkan,” ujar Riza, saat di konfirmasi melalui via whatssap.

Riza menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi bersama divisi keimigrasian, Kanwil Hukum dan HAM Bangka Belitung, terkait penerapan layanan Immigrasion Corner di Bangka Selatan. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh dan mengeluarkan biaya untuk memperoleh pelayanan keimigrasian

“Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tentu saja akan mendukung secara optimal rencana pelayanan ini. Karena dengan adanya layanan ini, biaya pengeluaran masyarakat untuk memperoleh pelayanan keimigrasian semakin efisien,” pungkasnya.

 

Sumber : Diskominfo Basel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *