Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaNasional

Bicara Kemerdekaan, Edi Nasapta Singgung Soal Timah: Jangan Sampai Kekayaan Alam Hanya Diambil

×

Bicara Kemerdekaan, Edi Nasapta Singgung Soal Timah: Jangan Sampai Kekayaan Alam Hanya Diambil

Sebarkan artikel ini
Bicara Kemerdekaan, Edi Nasapta Singgung Soal Timah: Jangan Sampai Kekayaan Alam Hanya Diambil
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Edi Nasapta

SEKILASINDONEWS.COM – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi bagi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, untuk menyoroti pengelolaan kekayaan alam, khususnya timah.

Edi menegaskan, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kemandirian ekonomi, pemerataan pembangunan, dan keadilan bagi masyarakat di daerah penghasil sumber daya alam.

“Semoga semangat kemerdekaan terus menguatkan persatuan, kemandirian, dan perjuangan kita dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Edi Nasapta, Senin (17/8/2026).

Ia menyambut positif pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data BPS Babel, ekonomi daerah pada triwulan II 2026 tumbuh 4,01 persen secara tahunan dan 5,02 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Namun, Edi mengingatkan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik. Dampaknya harus dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan, lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, serta penguatan fiskal daerah.

“Pertumbuhan tidak boleh hanya terlihat dalam laporan statistik, tetapi harus benar-benar dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Edi, perekonomian Babel tidak dapat dipisahkan dari sektor pertambangan timah. Karena itu, pengelolaannya harus memberikan ruang yang adil bagi masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

Ia meminta perusahaan pemegang IUP, termasuk PT Timah Tbk, memastikan kemitraan dengan masyarakat berjalan secara adil dan transparan, termasuk dalam hal harga pembelian bijih timah.

“Jangan sampai keuntungan hanya terkonsentrasi pada perusahaan atau mata rantai tertentu, sedangkan masyarakat yang bekerja langsung di lapangan menerima bagian yang tidak sebanding,” katanya.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel