Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Dampak Kemarau Panjang, 104 Hektare Sawah di Bangka Selatan Gagal Panen

×

Dampak Kemarau Panjang, 104 Hektare Sawah di Bangka Selatan Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Dampak Kemarau Panjang, 104 Hektare Sawah di Bangka Selatan Gagal Panen
Foto: Ilustrasi AI

Dampak Kemarau Panjang, 104 Hektare Sawah di Bangka Selatan Gagal Panen

SEKILASINDONEWS.COM – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sedikitnya 104 hektare lahan persawahan di empat kecamatan mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan mencatat, lahan persawahan yang mengalami gagal panen tersebut tersebar di Kecamatan Toboali, Airgegas, Tukak Sadai dan Pulau Besar.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Toboali dengan luas lahan puso mencapai 85 hektare, yang tersebar di Desa Rias dan Desa Serdang.

Kemudian di Kecamatan Airgegas terdapat 6,5 hektare lahan terdampak di Desa Pergam. Sementara Kecamatan Tukak Sadai mencapai 9,5 hektare di Desa Bukit Terap, dan Kecamatan Pulau Besar sebanyak 3 hektare di Desa Batu Betumpang.

“104 hektare lahan persawahan yang mengalami puso itu tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Toboali, Kecamatan Airgegas, Kecamatan Tukak Sadai dan Kecamatan Pulau Besar,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus, Selasa (6/10/2026).

Menurut Luhung, luas lahan yang mengalami puso tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan produksi padi hingga 416 ton.

Angka itu dihitung berdasarkan asumsi rata-rata produktivitas padi di Bangka Selatan yang mencapai sekitar 4 ton per hektare.

“Perhitungan menurut asumsi berdasarkan rata-rata produktivitas di angka empat ton per hektare, berarti kehilangan kita di angka 416 ton produksi yang kehilangan karena puso,” ujarnya.

Meski demikian, Luhung menjelaskan, tidak seluruh petani mengalami kehilangan hasil secara penuh. Sebagian petani sudah lebih dahulu memanen sebelum dampak kekeringan meluas.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel