Komitmen tersebut menjadi landasan bagi Bangka Belitung untuk terus menguatkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga. Pembangunan keluarga dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif dan berdaya saing.
Selama berada di Bangka Belitung, Menteri Wihaji dijadwalkan mengunjungi sejumlah program unggulan, mulai dari Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Sekolah Lansia “BESAUH”, hingga menghadiri temu kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Pendamping Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Bangka Tengah.
Rangkaian kunjungan juga mencakup kegiatan literasi keuangan sebagai bentuk dukungan terhadap Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Menteri akan meninjau langsung keluarga berisiko stunting yang menerima manfaat program, termasuk bantuan rehabilitasi rumah layak huni di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Pada hari berikutnya, Menteri dijadwalkan meninjau pelaksanaan Program MBG 3B di SPPG Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Ia juga akan mengunjungi ibu hamil dan keluarga penerima manfaat untuk memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun keluarga yang berkualitas. Di tengah upaya mempercepat penurunan stunting, sinergi yang dibangun diyakini akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melahirkan generasi Bangka Belitung yang lebih sehat dan siap menyongsong masa depan.
Redaksi.
















