“Artinya, mayoritas kader kita sudah memiliki kapasitas dasar hingga menengah untuk mendukung transformasi Posyandu,” ungkap Agus.
Di sisi lain, implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 97 Posyandu telah menerapkan konsep layanan terintegrasi tersebut.
“Ini progres yang sangat positif. Transformasi Posyandu menuju layanan yang lebih menyeluruh di tingkat masyarakat mulai terlihat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bangka Selatan, Elizia Riza Herdavid, menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu ke depan sangat bergantung pada kemampuan dalam mengintegrasikan enam bidang pelayanan tersebut.
“Integrasi enam SPM ini menjadi fondasi penting. Jika seluruh sektor berjalan bersama melalui Posyandu, layanan akan lebih efektif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran strategis kader sebagai ujung tombak di lapangan. Tidak hanya memberikan pelayanan, kader juga bertugas mengedukasi masyarakat terkait layanan lintas sektor yang kini terintegrasi.
“Kader harus memahami perubahan ini. Mereka adalah penggerak utama yang memastikan masyarakat mendapatkan layanan secara utuh,” tegasnya.
Elizia berharap, dengan dukungan seluruh pihak, Posyandu di Bangka Selatan dapat berkembang menjadi pusat layanan terpadu berbasis masyarakat yang kuat, responsif, dan berkelanjutan.
“Posyandu harus hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya. (*)

















