Ia berharap sebelum pertemuan lanjutan, perusahaan sudah menunjukkan itikad baik dengan menaikkan harga secara mandiri.
“Kita cari solusi, petani bahagia, perusahaan juga tersenyum, pemerintah tidak pusing,” tambah Didit.
Sementara itu, Ketua DPD APKASINDO Bangka Tengah, Maladi, menilai lemahnya pengawasan dari pihak eksekutif menjadi penyebab perusahaan menetapkan harga sepihak.
“Petani menuntut pengawasan dari eksekutif. Mereka yang mengeluarkan izin, mereka juga yang harus mengawasi.
CPO naik, kok harga sawit turun?” kata Maladi.
Ia juga membantah alasan perusahaan yang menyebut kualitas buah petani rendah sebagai dasar penurunan harga.
“Penetapan harga oleh PKS itu hanya pembenaran. Tapi setelah ditekan DPRD, kami yakin harga akan naik, rata-rata di atas Rp3.000,” ujarnya.
Redaksi.
















