Sementara itu, Executive Vice President PLN, Dini Sulistyawati, menyoroti bahwa konsumsi energi terbesar berada pada proses pengangkutan hasil tambang. Menurut dia, penggunaan listrik pada tahap tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menurunkan emisi.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari pelaku industri. Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Priyadi, menyebut kolaborasi dengan PLN sebagai peluang menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.
“Ini kesempatan baik bagi produsen batu bara dan PLN agar tercipta simbiosis mutualisme,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Borneo Indobara mulai menerapkan elektrifikasi dengan membangun infrastruktur kelistrikan untuk mendukung operasional hingga 700 truk listrik.
“Elektrifikasi menjadi langkah strategis menghadapi perubahan iklim dan kenaikan harga bahan bakar,” kata Division Head Project Expansion PT Borneo Indobara, Adi Supriyatna.
Redaksi.





















